Ini adalah langkah penting yang perlu kamu lakukan sebagai langkah awal mengelola website toko online. Tapi sebelumnya, akan lebih baik jika kamu membuat sertifikat SSL terlebih dulu. Selain meningkatkan keamanan website, toko online-mu juga bisa lebih mudah terbaca oleh Google.

Berikut video tutorialnya:

Tutorial Mengunggah Produk

  1. Pada halaman dashboard WordPress Admin, arahkan kursor ke menu Produk pada Menu Bar di sebelah kiri, lalu klik “Tambah Produk.”

  2. Tulis nama produk yang akan dipajang serta keterangan atau deskripsi lengkap mengenai produk pada kolom deskripsi.

  3. Tambahkan kategori produk pada kotak “Categories” di sebelah kanan lalu beri tanda centang sesuai produk yang ingin ditambahkan ke katalog.

  4. Selanjutnya, scroll ke bawah hingga kamu menemukan “Smart Toko Detail Produk” yang bisa diisi dengan informasi lebih detail terkait produk. Berikut ini adalah keterangan menu yang terdapat di Smart Toko Detail Produk:

    1. General

      Menu yang satu ini berisi informasi umum yang lebih detail terkait produkmu. Selain mengisi di kolom deskripsi pada langkah (2.) kamu juga boleh menambahkan keterangan lain pada kolom-kolom yang tertera. Tujuannya adalah agar di mana pun informasi produkmu ditampilkan, para pengunjung bisa mendapat keterangan lengkap dari informasi lengkap yang bisa kamu sampaikan.

    2. Dropship

      Keterangan pada dropship bisa kamu isi kalau tokomu memang menyediakan fitur dropship bagi pembeli. Artinya, pembelimu bisa segera mengirimkan produk ke klien mereka langsung dari tokomu, tapi menggunakan alamat pembeli, bukan alamat kamu. Tapi, kamu juga bisa memilih untuk tidak mengaktifkan dropship kok kalau tidak mau.

    3. Galeri Gambar

      Ini adalah menu penting yang perlu kamu perhatikan ketika menulis informasi produk. Pasalnya, calon pembeli akan lebih mudah tergoda untuk melakukan pembelian jika mereka bisa membayangkan seperti apa produk yang akan mereka dapatkan. Gunakan menu ini sebaik mungkin dengan melampirkan foto terbaik dari produkmu, ya!

    4. Opsi Produk

      Hampir semua produk mempunyai jenis atau tipe beragam, seperti perbedaan warna, ukuran, bahkan bentuk. Melalui menu ini, kamu bisa mengatur alternatif lain yang bisa dipilih sesuai jenis produk yang berbeda. Selain warna, ukuran, bentuk, dan sebagainya, kamu juga bisa membedakan produk berdasarkan harga, lho!

    5. Stok

      Menu ini bisa kamu gunakan jika kamu ingin website toko online-mu bisa membantu menghitung produk secara otomatis. Kamu juga bisa memilih apakah ingin menampilkan stok produkmu atau tidak. Pro-tip: tentukan jumlah stok berbeda antara website toko online dengan media penjualan lain agar kamu lebih mudah membedakan jumlah stok barang.

    6. Shipping

      Di sini kamu bisa menentukan berat hingga dimensi produk yang kamu jual. Selain itu, kamu juga bisa mengaktifkan fitur ongkos kirim gratis untuk provinsi tertentu. Jika produkmu mempunyai berat di bawah 1 kilogram, tulislah angka desimal dengan menggunakan tanda titik seperti “0.35” atau “1.3” ya, bukan dengan koma.

    7. Grosir & Reseller

      Jika tokomu menjual produk secara grosir atau dengan harga sangat terjangkau sehingga bisa dijual lagi, kamu bisa mengisi menu pada kolom ini. Menu Reseller bisa kamu isi dengan harga khusus untuk reseller-mu. Menu Grosir, tentu saja, diisi dengan jumlah minimal grosir dan harga yang dibayarkan sesuai jumlah produk yang dibeli.

    8. Pre-Order

      Aktifkan menu pre-order jika produkmu belum dapat dibeli langsung, alias harus dipesan atau dibuat terlebih dulu. Jangan lupa berikan perkiraan waktu hingga produkmu dapat dikirimkan dan tepati janji itu, ya!

    9. Advance

      Menu ini berisi beberapa detail unik yang tidak terdapat pada kategori menu lain. Pita Bubble bisa kamu tempelkan pada produk yang memerlukan perlakuan khusus, seperti limited edition, discount, sold out, pre-order, atau semacamnya. Kamu juga bisa menentukan rating produk, link ke media penjualan lain (e-commerce atau media sosial), atau memberi info bahwa produkmu adalah produk digital.

Jika dilakukan dengan benar, seharusnya sekarang kamu sudah bisa mulai memasukkan produk-produkmu ke etalase website. Tapi, sebelum memasukkan produkmu ke etalase, pastikan kamu sudah mencatat jumlah ukuran atau jenis, warna, dan jumlah stok yang tersedia agar tidak salah hitung ya. Selamat mencoba!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here